BOGOR, 8 September 2026 – Ratusan anggota pramuka penggalang dari SMP Harapan Bangsa sukses menggelar kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang berlokasi di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibubur, pada tanggal 5 hingga 6 September kemarin. Kegiatan rutin tahunan ini diadakan sebagai ajang pelantikan kenaikan tingkat sekaligus pembentukan karakter siswa.
Sejak Sabtu pagi, antusiasme sudah terlihat saat para siswa bergotong royong mendirikan tenda masing-masing regu. Rangkaian kegiatan Persami tahun ini diisi dengan berbagai tantangan menarik yang menguji ketangkasan dan kerja sama tim.
Beberapa agenda utama dalam Persami 2026 antara lain:
- Jelajah Alam (Hiking): Menyusuri rute perbukitan sambil menyelesaikan berbagai pos sandi dan tali-temali (pionering).
- Lomba Masak Rimba: Menguji kreativitas regu dalam menyajikan makanan bergizi dengan peralatan dan bahan yang terbatas.
- Api Unggun dan Pentas Seni: Malam keakraban di mana setiap regu menampilkan yel-yel dan atraksi seni di bawah hangatnya api unggun.
Pembina Pramuka SMP Harapan Bangsa, Kak Dimas, menyatakan bahwa kegiatan di alam terbuka sangat efektif untuk melatih mental kecerdasan emosional (EQ) anak-anak.
“Di sekolah mereka belajar teori, tapi di bumi perkemahan ini mereka belajar tentang kehidupan nyata. Bagaimana cara bertahan, berbagi dengan teman, dan menurunkan ego demi kepentingan regu. Itu semua adalah inti dari Dasa Darma Pramuka,” jelas Kak Dimas.
Kegiatan malam api unggun menjadi momen yang paling berkesan bagi para peserta. Hal ini diungkapkan oleh Bima, siswa kelas VIII yang bertugas sebagai Pratama (pemimpin regu utama).
“Awalnya capek banget karena harus jalan jauh dan bangun tenda sendiri, tapi pas malam api unggun semua rasa lelah itu hilang. Kami bernyanyi bareng dan merasa regu kami jadi jauh lebih kompak dari sebelumnya,” kata Bima sambil tersenyum.
Kegiatan Persami ditutup pada Minggu siang dengan upacara pelepasan tanda peserta dan operasi semut untuk memastikan area perkemahan kembali bersih. Diharapkan, kemandirian dan kedisiplinan yang didapat selama perkemahan dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari di sekolah.
(Ditulis oleh: Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Harapan Bangsa)